Monday, July 30, 2012

[Review] Prometheus (2012)

Prometheus (2012)
Adventure | Sci-Fi 
Directed by Ridley Scott
Starring:  Noomi Rapace, Logan Marshall-Green, Charlize Theron and Michael Fassbender

Film tentang pencarian jawaban yg bisa menimbulkan berjuta pertanyaan baru, mungkin itulah yg diharapkan Ridley Scott saat ia memulai proyek sci-fi terbarunya Prometheus, setelah absen cukup lama dalam genre yg membesarkan namanya ini, Prometheus (2012) sudah banyak dibicarakan sebagai prekuel dari Alien (1979) walaupun tak diakui scr terang-terangan oleh sang sutradara, namun yg jelas Prometheus memang terasa memiliki DNA film sci-fi/horor yg legendaris tersebut, bersettingkan di masa depan thn 2089, disini karakter utamanya seorang arkeolog bernama Elizaberth Shaw (Noomi Rapace) yg bersama sang kekasih Charlie Holloway (Logan Marshall) menemukan bukti baru bahwa sosok makhluk luar angkasa yg ia sebut Engineers memiliki hubungan dgn asal mula kehidupan manusia, sejumlah peninggalan manusia purba merujuk pd satu petunjuk yg berupa simbol bintang, ekspedisi luar angkasa pun dilakukan dengan dipimpin oleh Meredith Vickers (Charlize Theron) dan menggunakan sebuah pesawat antariksa canggih Prometheus, menuju sebuah planet bernama Lv-223, sejumlah awak kapal yg ikut bertugas seperti kepala pelayan David (Michael Fassbender) yg merupakan android dengan kecerdasan tinggi turut membantu tim ekspedisi untuk melakukan pencarian, awalnya misi tersebut berjalan lancar sampai akhirnya tim ekspedisi menemukan fakta terbaru yg justru bisa mengancam keselamatan umat manusia itu sendiri.


Takjub bercampur dengan rasa kecewa adalah gambaran yg pas setelah saya menyaksikan karya teranyar Ridley Scott, seorang legendary director yg mampu meramu kisah dramatis disertai adegan spektakuler namun tetap dengan gaya artistiknya yg khas, Prometheus adalah film sci-fi ambisius dengan visualisasi memukau plus tema yg berat yakni pencarian dari awal kehidupan manusia, namun sayangnya tidak didukung naskah yg kuat sehingga jalan ceritanya sendiri memiliki banyak kejanggalan, Damon Lindelof yg menulis ulang naskahnya terlihat ingin menggali mitos yunani kuno (Prometheus adalah seorang titan yg mencuri api dr para dewa untuk diberikan pd manusia) dan kisah film ini sendiri dijadikan alat untuk menghadirkan sebuah pertanyaan abadi yg selalu membuat manusia penasaran tentang siapakah sang Pencipta dr kehidupan manusia.


Hal ini tentu bisa disebut sebuah langkah beresiko mengingat penonton pada umumnya lebih mengharapkan cerita yg menegangkan atau menghibur layaknya Alien (1979), atau Aliens (1986), Meski begitu film dengan perkiraan budget sekitar 130 juta dollar ini masih memiliki 2 sisi tersebut dan bahkan memliki karakter heroine yg kuat layaknya Ripley di dalam diri Elizabeth Shaw, atau sosok android yg mempesona seperti David yg diperankan dengan sangat istimewa oleh aktor hebat Michael Fassbender, bisa dibilang karater David memiliki peranan penting dalam kisah film ini sendiri. Secara garis besar Prometheus adalah film yg dapat membuat anda terkagum, bingung, ataupun jengkel dengan plotnya itu sendiri, dan yg pasti Prometheus dapat dibilang meneruskan tradisi sebuah film science fiction dimana kisahnya tentu tidak selalu bisa memberikan jawaban yg memuaskan semua orang.


No comments:

Post a Comment