Saturday, May 11, 2013

[Review] Anna Karenina (2012)

Anna Karenina (2012)
Drama
Directed by Joe Wright
Starring:  Keira Knightley, Jude Law, Matthew Macfadyen, Aaron Taylor-Johnson and Domhnall Gleeson


Count Vronsky: "There can be no peace for us, only misery, and the greatest happiness"

Karya sastra klasik memang selalu menarik  Hollywood utk diadaptasi menjadi sebuah film, bukan hal aneh lagi jika sebuah novel bisa sampai dibuatkan filmnya berulang-ulang dengan berbagai macam alasan, salah satunya adalah utk memberikan sudut pandang yg berbeda dan memperkenalkan karya tersebut ke generasi yg lebih muda, meski pd kenyataanya faktor keuntungan jugalah yg menjadi target dr para produser Hollywood. Novel klasik Anna Karenina karangan Leo Tolstoy memang sudah pernah dibuat versi layar lebarnya, seperti yg dibintangi Vivian Leigh (1948) maupun Sophie Marceau (1998), tapi semua film tersebut tidak pernah sukses dan bahkan cenderung terlupakan, semua penggemar novel Anna Karenina tentu berharap Joe Wright bisa mengadaptasi kisah cinta yg tragis tersebut menjadi sebuah film yg bisa memukau mengingat ia kembali bekerjasama dgn aktris Keira Knightley yg pernah sukses dlm 2 film sebelumnya (Pride & Prejudice, Atonement) dgn sang sutradara. Kisahnya tdk berubah dr novelnya dgn setting Rusia pd abad ke-19, seorang perempuan cantik bernama Anna Karenina (Keira Knightley) merasa tidak bahagia dalam pernikahannya dgn seorang aristokrat yg jauh lebih tua, Alexei Karenin (Jude Law), meski mereka hidup berkecukupan dan sudah memiliki seorang putra, Anna justru lebih tertarik utk menjalin affair dgn seorang prajurit muda yg tampan bernama Count Vronsky (Aaron Taylor-Johnson), selain itu ada juga kisah kehidupan kakak Anna yg tinggal di Moscow bernama Stiva (Matthew Macfadyen) yg juga tidak setia dgn istrinya Dolly (Kelly Macdonald), Stiva sendiri kedatangan sahabat lamanya yaitu Levin (Domhnall Gleeson) yg masih memendam cintanya pd adik ipar Stiva sendiri yg bernama Kitty (Alicia Vikander), pada awalnya Kitty sudah bertunangan dgn Count Vronsky namun sejak kedatangan Anna ke Moscow perhatian Vronsky langsung tertuju kpd perempuan yg sudah berkeluarga tersebut. 




Anna Karenina karya Count Leo Nikolayevich Tolstoy (1828-1910) disebut sebagai salah satu novel terbesar sepanjang masa, Tolstoy menceritakan sebuah kisah menakjubkan dengan membingkai berbagai segi dan kedalaman emosi cinta, buat yg sudah membaca novelnya tentu bisa memahami inti ceritanya dimana ada sisi gelap hubungan cinta yg saling melukai antara Anna dan Vronsky, yg dikontraskan dengan hubungan penuh kebahagiaan antara Kitty dan Levin. Dalam film ini Joe Wright yg dibantu oleh penulis naskah Tom Stoppard membuat sebuah interpretasi yg cenderung tak biasa bila dibanding dgn film period drama sebelumnya yg pernah ia buat, Joe berusaha membawa penonton ke suasana drama ala teater yg penuh kemegahan, dengan didukung konsep visual yg ambisius serta kostum dan desain produksi yg terlihat berkelas, semua terlihat enak di mata penonton, namun sayangnya kelebihan tersebut tak didukung oleh jangkauan dan dalamnya emosi yg terjalin antar para pemainnya. Saya merasakan film ini seperti lebih mengutamakan gaya dibanding substansinya, seharusnya banyak momen yg bisa dibuat lebih dramatis dgn mendalami setiap konflik dr karakternya itu sendiri, banyak sisi tokohnya yg seolah tidak digali scr mendalam seperti perasaan dilematis dr Anna yg harus membagi kasih sayangnya antara sang anak  dgn kekasih gelapnya, bagian dari karakter Anna terutama adalah sebuah peran yg menantang untuk seorang aktris dan Keira cukup matang dalam membawakan perannya tersebut, walaupun sisi minusnya ada di chemistry-nya dgn Aaron yg kadang terlihat tidak nyambung. Satu hal yg pasti; adaptasi adalah proses menangkap esensi sebuah karya asli untuk dituangkan ke media lain, memang tak bisa dihindari beberapa elemen akan tetap digunakan dan beberapa lainnya akan ditinggalkan, tetapi hati dan jiwa cerita itu haruslah sama dan inilah yg menurut saya hilang dr film ini. Terlihat indah dan berkilau namun mudah utk dilupakan.






No comments:

Post a Comment